Minggu, 07 Juli 2013

Masa Lalu Tertinggal*


Saya teringat akan percakapan dalam sebuah drama Korea, kurang lebih seperti ini. “Jika kamu selalu mengingat-ingat kenangan yang membahagiakanmu, maka kamu tidak akan merasakan kebahagiaan seperti itu lagi. Jika kamu selalu mengingat-ingat dendam yang menyakitkanmu, maka kamu akan merasa sakit untuk selamanya.” Bagi yang tau kalimat itu berasal dari film apa, saya anugerahi sebagai Pecinta Drama Korea Sejati, hehehe

Makna yang saya tangkap dari kalimat tersebut adalah yang lalu biarlah berlalu. Let bygones be bygones. Masa lalu adalah history, jadikanlah sejarah tersebut untuk dipelajari dan direnungi untuk dipetik hikmahnya jika ia adalah masa yang buruk. Masa lalu yang indah adalah hal yang patut disyukuri dan dijadikan penyemangat untuk ke depannya. Namun kebanyakan dari kita menginginkan masa lalu yang indah bisa terulang lagi, lagi dan lagi. Sebenarnya bukannya tidak mungkin, tapi bila kita terlalu melarutkan diri dalam kebahagiaan masa lalu, kebahagiaan yang sedang kita alami bisa jadi terasa tidak berarti.

Sabtu, 06 Juli 2013

Perjuangan Menggapai Beasiswa AMINEF (Global UGrad) Part-1


Saat mulai apply S2 kemana-mana, otakku mulai mengorek-ngorek kenangan lampau 5 tahun yang lalu, dimana saat itu aku berjuang hingga berdarah-darah untuk mendapatkan kesempatan study exchange ke US.
Sekitar satu semester sebelumnya, di kampus ada gossip bahwa aku akan pergi ke Amrik. Aku tak tau wartawan infotainment mana yang menyebarkannya. Setelah aku telisik dan kroscek, ternyata info aslinya berbeda jauuuuh. Temanku, Jane, akan pergi ke Korsel selama sebulan. Bukan Amerika, bukan pula aku, huhu. Pada saat itu, K-Pop mulai booming. Kontan saja aku jealous bin irrrriii…

Kalau tidak salah pada bulan Juli 2008, aku melihat ada pengumuman study exchange ke US di kampus, segera saja aku mencari formulirnya. Deadlinenya masih lama, yaitu November. Tapi aku tidak ingin penyerahan aplikasiku mepet waktu, oleh karenanya sejak bulan itu aku telah menabuh gendrang perjuanganku. Pengisian application formnya tidaklah terlalu ribet, hanya saja dokumen yang menyertainya lumayan bikin kepala mumet. Ada TOEFL minimal 500, 3 surat rekomendasi, essay, dan passport! Inilah perjuangan lahir batinku dalam mendapatkan beasiswa study exchange ke negeri penuh impian tersebut!

Senin, 24 Desember 2012

Going to London for Free!


Many people ask and wonder how to study English effectively. They seem too lazy to memorize all those strange and new vocabularies, too bored to study grammar, too hard to try speaking, and too difficult to listen to native speaking.
As to my experience; at first I thought English in the same way as many people think. However, I found it that language is a matter of custom;  a custom we have to live our daily life with it. So, learning English is not merely receiving what we get from our teachers in class. It’s about using it in our real life. The other question that may come next is “then how we practice English while we live in the world where English is not our first language?”.
Oh, come on dude! Haven’t you heard that English is an international language? You can find English everywhere around you; you don’t need to be in London to find people speaking English.
Let me show you how to make yourself as if you were in London or New York!

Jumat, 05 Oktober 2012

Bulan Pertama Eksperimen Mengajar Dosen Ingusan


-STAIN
Karena belum berani motoran sendiri, suamiku aku sewa jadi ojek pribadi (wah, ketauan deh…selain ingusan, aku juga ternyata dosen manja,.heheh). Berangkatlah kami di selasa siang yang terik itu. Hari pertama mengajar tentunya membuatku berdebar-debar. Oleh karenanya, aku meminta suami untuk menungguiku. Hmmm.. pernah denger gak sih ada dosen yang ngajar sambil ditunggui suaminya di luar kelas? Kalo pernah denger, laporkan segera padaku ya! akan ku nyanyikan lagu padanya "You are not alone..." heheheh
Setelah dinanti sekian lama, masuklah mahasiswa pertamaku, 2 wanita. Yang satu berbadan subur, yang satu berbadan mungil. Seolah-olah si subur ini menghisap seluruh lemak yang dimiliki si mungil.
Setelah dinanti lagi, tak ada jua yang datang ke kelas. Perasaan galau dan kacau menghampiriku. Aku cek ulang absensi mahasiswa yang ku miliki, harusnya ada lebih dari 20 orang. Tapi kenapa hanya 2 orang?

Kamis, 04 Oktober 2012

Tak Kenal Maka Ta' Tendang

Perkenalkan, namaku Imas Istiani. Mei 2012 aku menikah dengan pangeran ganteng yang saat pacaran dulu mirip kopi; item manis, bikin ketagihan dan susah tidur. Setelah menikah, pangeranku kini lebih mirip kucing, meski imut dan manja, tapi susah banget kalo disuruh mandi (catatan;bagian bahwa dia suka pup di atas pasir dihilangkan; nanti suami marah,.heheh)
Kini, aku tinggal dengan keluarga suami di Batang perbatasan. Tetangga desaku sudah masuk daerah kota Pekalongan. Jadi, aku lebih sering keluyuran ke Pekalongan dibanding ke daerah Batang. Terlebih setelah ke sana kemari mencari alamat, jreng jreng.. (untuk Ayu Ting-ting mania, goyang dangdut nyoook!!!) akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang tak pernah terimpikan sebelumnya, yaitu mengajar!
Dulu, tak pernah terbersit sedikitpun dalam hati untuk menjadi guru. Males banget kali yah, udah cape-cape nyiapin materi, eh…. Mahasiswanya ga ngerti apa yang disampein! Udah cape-cape tereak kenceng di depan kelas, eh… yang diteriakin malah asyik sendiri-sendiri.. ada yang heboh ngegosip, smsan ma TTM, ampe ngelamunin masa depan sambil menatap ke luar jendela. Wah, ketauan deh dulu aku mahasiswa yang kayak gimana,.heheh.. (Dear God.. semoga gak ada karma-karmaan yaaa…)