Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Jilbabku; Bagaimana Kabarmu?



Di penghujung minggu pertama, Spring International Language Program (SILC) University of Arkansas mengadakan dinner antara peserta program dan staffnya di rumah Dr. Lanier, sang Program Director. Rumahnya tidak terlalu besar, namun penuh sesak oleh barang-barang antik yang ia dapatkan dari puluhan negara; Dr. Lanier sudah menjelajahi hampir separuh dunia! (Ouch…One of my dreams!)

Di saat yang lain makan, aku memandangi bunga(dan piring di belakangnya)
Saat yang lain sudah mulai mengiris-iris daging steaknya masing-masing, aku masih meringis-ringis, menanti jam 8.30, waktu magrib di daerah setempat. Kami duduk memanjang dan saling berhadapan. Di depanku adalah Wayne, salah seorang instruktur bahasa kami. Di tahun akademik normal, Wayne adalah dosen di University of California Berkeley, salah satu kampus impian tingkat dunia. Melihatku tengah meneteskan air liur, Wayne berusaha memalingkan perhatianku dari steak menggiurkan itu.

“Imas, I’m gonna ask you something. Menurutmu, orang yang tidak memakai kerudung adalah orang yang tidak baik?”

Jumat, 20 Juni 2014

A – Z PERBURUAN BEASISWA


A : Allah, Alhamdulillah, AMINEF, Amerika, Anugerah
Alhamdulillah, Allah telah menganugerahkanku beasiswa S2 ke Amerika melalui yayasan AMINEF.
B : Belajar
Belajar adalah tujuan utamaku. Jalan-jalan dan bersenang-senang adalah konsekuensi tak terhindarkan dalam mencapai tujuan utama.
C : Cemas Capek Capi Cecep Ceria
Karena proses perburuan ini memakan waktu hingga setahun, rasa capek akan penantian dan cemas akan kepastian menghinggapi hati ini. Namun, apapun yang terjadi, harus tetap optimis sekaligus pasang wajah yang cecep ceria!
D : Do’a
Senjata orang yang beriman adalah do’a.  Jika kita memiliki senjata, maka kita siap menghadapi musuh yang menghadang. Namun, senjata doa harus diasah dengan usaha agar tidak tumpul.
E :  Education
Senator Amerika, William Fulbright menyatakan bahwa "Education is a slow moving but powerful force. Pendidikan secara perlahan memiliki cara terdahsyat untuk mendamaikan dunia. Hal ini senada dengan novel Three Cups of Tea yang didasarkan dari pengalaman nyata Greg Mortenson di Pakistan. Mortenson menyadari bahwa untuk mempromosikan perdamaian dunia, pendidikan adalah misi terhebat.
F : Fulbright
Oleh karena Senator William Fulbright mengalokasikan sejumlah besar anggaran pemerintah untuk pendidikan, itulah mengapa beasiswa ini disebut Fulbright Scholarship.
G : Going the Extra Mile
Ungkapan ini sejalan dengan tagline beberapa iklan motor yaitu Selalu Di Depan dan Selangkah Lebih Maju. Going the Extra Mile kurang lebih berarti di manapun ataupun posisi apapun kita berada, pencapaian kita sebaiknya di atas rata-rata. Jika kita adalah mahasiswa, maka alangkah baiknya jika kita tidak hanya mengerjakan tugas yang ditugaskan, namun memperkaya diri dengan ilmu yang bisa didapat dari sumber lain. Jika kita adalah salesman, bos pasti akan memuji atau bahkan memberi bonus jika pencapaian penjualan melebihi dari target. Jika kita adalah ular, maka jadilah ular python yang berbadan sebesar pohon kelapa agar musuh langsung mengkeret saat melihat kita. Karena saya adalah seorang anak, saya berharap orang tua bangga dan tak menyesal telah melahirkan saya. Karena saya adalah seorang ibu, saya berharap anak saya memiliki ibu yang bisa ia andalkan untuk meniti kehidupan bersama. Karena saya adalah seorang istri, saya pastikan suami saya melangkahi macan hidup jika minta nikah lagi. Yang terakhir ini serius!
H : Hidup
Live your life to the fullest!
I : Impian
Kuliah gratis ke luar negeri adalah impianku sejak kecil yang dulu terasa amat mustahil. Sedangkan impian masa remajaku adalah bernyanyi duet dengan Ariel NOAH. Mustahil juga kah?
J : Jakarta
Setidaknya aku harus bolak-balik Jakarta 3 kali. Tes GRE umum, GRE Sastra dan wawancara visa.
K : Konsekuensi
Life is about how to deal with the consequences of the choices that you choose!
Konsekuensi dari pergi kuliah lagi adalah berhadapan kembali dengan dosen-dosen yang akan menimpukiku dengan buku-buku yang wajib dibaca dan tugas-tugas yang harus dilakukan.
L : Letter of Reference
Surat referensi atau surat rekomendasi merupakan salah satu perlengkapan administrasi beasiswa. Surat ini bisa kita minta ke dosen atau atasan jika kita sudah bekerja. Saat melamar, hanya dibutuhkan satu saja, namun jika kita sudah terpilih sebagai kandidat, AMINEF akan meminta tambahan 2 surat rekomendasi.
M : Muhammad Sodiqur Rifqi
Makhluk Tuhan paling tampan yang manis luar dalam. Ia bagaikan kopi bali yang membuatku ketagihan dan melek sepanjang hari. 5 tahun yang lalu, saat kami baru saja mengikat hati, aku harus meninggalkannya setahun ke Amerika. Ia dengan sabar dan setia menungguku. Sebentar lagi, aku juga harus meninggalkannya dengan alasan yang sama ke negara yang sama. Susul aku secepatnya, sayang….!

Selasa, 09 Juli 2013

Pemerintah; Siapa yang Benar-Benar Suka?



Sungguh mengejutkan mengetahui 10 dari 12 orang yang berasal dari 12 negara berbeda menyatakan tidak menyukai pemerintah di negaranya masing-masing. Sedang, sisanya, 2 orang tidak menyatakan membenci ataupun membenci pemerintahnya alias netral atau biasa saja. Ke 12 orang itu berasal dari Mongolia, Jepang, Laos, Myanmar, Korea Selatan, Indonesia, Nicaragua, Panama, Costa Rica, Prancis dan Dominican Republic dan Amerika Serikat.

Hasil riset dadakan itu terjadi pada saat detik terakhir proses belajar-mengajar di suatu kelas musim panas tahun lalu di salah satu universitas di California. Setelah mempresentasikan secara bergilir mengenai negara masing-masing siswa berasal, para  siswa dan sang Guru berdiri merapat berdiskusi. Presentasi singkat mengenai nasib buruk yang kebanyakan dialammi TKW dari Indonesia dan sekilas sejarah kelam dari negara Mongolia membuahkan perenungan bagi sang Guru; apakah yang salah dengan kepemerintahan sehingga hampir semua orang yang berada di kelas tidak menyukai pemerintahnya masing-masing.

Minggu, 07 Juli 2013

Masa Lalu Tertinggal*


Saya teringat akan percakapan dalam sebuah drama Korea, kurang lebih seperti ini. “Jika kamu selalu mengingat-ingat kenangan yang membahagiakanmu, maka kamu tidak akan merasakan kebahagiaan seperti itu lagi. Jika kamu selalu mengingat-ingat dendam yang menyakitkanmu, maka kamu akan merasa sakit untuk selamanya.” Bagi yang tau kalimat itu berasal dari film apa, saya anugerahi sebagai Pecinta Drama Korea Sejati, hehehe

Makna yang saya tangkap dari kalimat tersebut adalah yang lalu biarlah berlalu. Let bygones be bygones. Masa lalu adalah history, jadikanlah sejarah tersebut untuk dipelajari dan direnungi untuk dipetik hikmahnya jika ia adalah masa yang buruk. Masa lalu yang indah adalah hal yang patut disyukuri dan dijadikan penyemangat untuk ke depannya. Namun kebanyakan dari kita menginginkan masa lalu yang indah bisa terulang lagi, lagi dan lagi. Sebenarnya bukannya tidak mungkin, tapi bila kita terlalu melarutkan diri dalam kebahagiaan masa lalu, kebahagiaan yang sedang kita alami bisa jadi terasa tidak berarti.

Senin, 24 Desember 2012

Going to London for Free!


Many people ask and wonder how to study English effectively. They seem too lazy to memorize all those strange and new vocabularies, too bored to study grammar, too hard to try speaking, and too difficult to listen to native speaking.
As to my experience; at first I thought English in the same way as many people think. However, I found it that language is a matter of custom;  a custom we have to live our daily life with it. So, learning English is not merely receiving what we get from our teachers in class. It’s about using it in our real life. The other question that may come next is “then how we practice English while we live in the world where English is not our first language?”.
Oh, come on dude! Haven’t you heard that English is an international language? You can find English everywhere around you; you don’t need to be in London to find people speaking English.
Let me show you how to make yourself as if you were in London or New York!

Senin, 23 Agustus 2010

Ada Apa dengan ‘Angel of Home’?

Boleh dibilang kini perempuan mengalami kemajuan yang pesat jika kita melihat begitu banyaknya perempuan yang berkancah hingga di dunia internasional. Siapa yang tak kenal keanggunan Lady Diana, yang kematian tragisnya ditangisi jutaan penduduk bumi? Dengan jiwa pemberontaknya terhadap otoriter kerajaan Inggris, ‘Princess of People’ ini begitu diidolai, bahkan hingga kini. Bahkan meski terkungkung jeruji di rumah sendiri, Aung San Suu Kyi, sang pemimpin demokrasi di Myanmar masih bisa memengaruhi simpatisan dengan caranya sendiri.

Kartini kini boleh mulai berbangga karena jiwa emansipasi yang diusungnya kini mulai berkobar hingga pelosok negeri. Prosentase perempuan yang bekerja kini meningkat drastis. Ruang lingkup perempuan yang dulunya hanya sekitar dapur, sumur dan kasur kini bertambah; atau malah tergerus tergantikan? Tak bisa dipungkiri hampir semua pekerjaan yang dulunya hanyalah ‘male only’ kini bisa dimasuki oleh perempuan-perempuan yang bisa kita sebut ‘career women’. Alasan dibalik pekerjaan, selain karena memang terbukanya kesempatan yang sudah luas adalah mereka harus bekerja demi dapur keluarga karena gaji suami yang tak cukup. Ada juga yang bekerja karena ingin mengaplikasikan ilmu yang didapatnya secara susah di perguruan tinggi. Banyak juga yang bekerja demi menyalurkan kreatifitas yang dimiliki atau bakat yang ‘eman-eman’ kalau dianggurkan begitu saja.